apakah penggunaan ekstrak cacing untuk obar tifus benar ? apakah info tersebut mitos atau fakta kesehatan ? berikut dokter oz akan mengulas informasi yang telah lama beredar di masyarakat tersebut
Penyakit tifus disebabkan oleh bakteri. Dalam ilmu kedokteran, sudah ada metode standar terapi yang jelas aman dan efektif, yaitu pemberian antibiotik, tirah baring (istirahat total atau bed rest), dan diet yang mudah dicerna dan rendah serat-kasar. Dalam trilogi terapi ini, pemilihan antibiotik merupakan tahap yang sangat menentukan.
konsumsi obat tradisional yang diklaim berasal dari ekstrak cacing untuk obat tifus (demam tifoid). Biasanya dokter tidak mengizinkan pasien minum obat ini. Tapi banyak pasien yang mengonsumsinya karena merasa obat dari dokter tidak manjur.
Kalau obat dokter tidak manjur, mungkin saja itu disebabkan oleh pemilihan antibiotik yang kurang tepat karena bakterinya sudah kebal. Asalkan diagnosis dan pemilihan antibiotiknya tepat, penyakit tifus dijamin akan sembuh apabila disertai dengan tirah baring dan pola makan yang tepat.
Jadi, dari sudut pandang ini, sebetulnya pasien tidak memerlukan ekstrak cacing. Akan tetapi, kalaupun pasien akhirnya memutuskan untuk minum esktrak cacing (itu memang haknya), sebaiknya ia terus memantau efek obat itu terhadap kesehatannya.
Selama ini ekstrak cacing diduga membantu penyembuhan karena kandungan asam aminonya. Namun, dugaan ini masih belum bisa menjawab pertanyaan berikutnya. Kalau sekadar kandungan asam amino, ekstrak protein hewani seperti daging-dagingan dan seafood pun kaya asam amino dan harusnya bisa menggantikan ekstrak cacing.
Jadi secara medis ekstrak cacing tidak menyembuhkan infeksi bakteri / membunuh bakteri dari penyakit tifus, jadi dapat di katakan bahwa info tersebut hanya mitos, sebaiknya kita konsultasikan ke dokter agar penyakit tidak semakin parah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar